MALANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi membuka Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Menengah 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur, Selasa (15/9/2026). Perhelatan yang berlangsung pada 14–20 September 2026 ini diikuti oleh 566 murid, terdiri dari peserta OSN dan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA).
Mengusung semangat pengembangan talenta berkelanjutan sesuai Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid, OSN Dikmen 2026 menjadi wadah pembinaan berjenjang dari tingkat nasional menuju panggung internasional.
Pertumbuhan Partisipasi dan Cabang Lomba
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mencatat adanya lonjakan antusiasme peserta pada gelaran tahun ini:
Peserta OSN Utama: Sebanyak 540 finalis dari 28 provinsi dan SILN Jepang berhasil lolos ke babak nasional setelah menyisihkan 297.955 pendaftar (naik 12,33% dari tahun 2025).
Cabang Lomba Sains: Berkompetisi di 9 bidang, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Geografi, Informatika/Komputer, dan Kebumian.
Ekshibisi AI (EKKA 2026): Memasuki tahun kedua bekerja sama dengan Cakrawala University, pendaftar melonjak 72,01% menjadi 2.317 peserta. Sebanyak 26 finalis dari 10 provinsi melaju ke babak final.
Peluang Beasiswa dan Ajang Internasional
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa OSN bukan sekadar ajang berburu medali, melainkan langkah awal pembinaan talenta jangka panjang.
Para peserta dengan capaian terbaik akan diproyeksikan mewakili Indonesia di tingkat dunia, seperti International Mathematical Olympiad (IMO), International Physics Olympiad (IPhO), dan International Olympiad in Informatics (IOI). Selain itu, para juara berkesempatan mengakses Beasiswa Talenta Indonesia untuk jenjang pendidikan tinggi.
Dukungan Tuan Rumah
Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menyampaikan komitmen kampus dalam menyediakan fasilitas dan atmosfer akademik yang optimal bagi para peserta. Ia berpesan agar seluruh finalis menjunjung tinggi kejujuran selama berkompetisi. Kedatangan para peserta dari berbagai daerah, seperti Makassar, Samarinda, hingga Pekanbaru, makin mempertegas semangat generasi muda Indonesia dalam menguasai sains dan kecerdasan artifisial demi masa depan bangsa.
.png)
0Komentar
Berikan Komentar yang Sopan dan Santun !