NIAS SELATAN – Kabupaten Nias Selatan, provinsi Sumatera Utara, terus memancarkan pesona eksotisnya sebagai salah satu Destinasi Wisata Unggulan Indonesia. Di bawah kepemimpinan Bupati Sokhiatulö Laia dan Wakil Bupati Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi sektor pariwisata sebagai motor penggerak utama ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Kombinasi latar belakang kepemimpinan yang merakyat serta pemikiran keteknikan dan tata kelola profesional menjadi fondasi kuat bagi pasangan kepemimpinan ini dalam menata, mempromosikan, dan melestarikan potensi pariwisata bertaraf internasional di Nias Selatan.
1. Transformasi Destinasi Bahari: Sorake & Kepulauan Batu Go International
Nias Selatan telah lama mendunia berkat gelombang ombaknya yang legendaris. Pasangan Sokhiatulö Laia dan Yusuf Nache berfokus memperkuat posisi Pantai Sorake dan Laguandri tidak hanya sekadar tempat penyelenggaraan event tahunan Nias Pro Surfing Open, tetapi juga sebagai kawasan pariwisata terpadu yang ramah wisatawan mancanegara maupun domestik.
Selain Teluk Dalam, potensi bahari terus dikembangkan hingga ke gugusan Kepulauan Batu (seperti Pulau Asu, Pulau Bawa, dan sekitarnya). Pengembangan konsep ecotourism dan pariwisata berkelanjutan terus digalakkan untuk menjaga kelestarian terumbu karang dan keasrian pantai tropisnya.
2. Preservasi dan Promosi Warisan Budaya Megalitikum
Kekuatan Nias Selatan terletak pada warisan budayanya yang autentik. Desa Adat Bawömatuo dan pelestarian cagar budaya megalitikum menjadi perhatian utama duet pimpinan ini.
Melalui program revitalisasi seni budaya, Pemkab Nias Selatan secara konsisten mendukung:
Tradisi Fahombo (Lompat Batu): Simbol ketangkasan, keberanian, dan identitas historis pemuda Nias.
Tari Warisan (Fataele): Atraksi kebudayaan kolosal bernilai seni tinggi.
Arsitektur Rumah Adat (Omo Hada): Menjaga keberlangsungan rumah kayu megah tahan gempa warisan leluhur.
"Pariwisata Nias Selatan adalah perpaduan keindahan alam yang megah dan kearifan lokal yang luhur. Kami ingin memastikan kekayaan budaya ini tetap terjaga sekaligus memberikan dampak langsung bagi peningkatan ekonomi masyarakat," ungkap Bupati Nias Selatan, Sokhiatulö Laia.
3. Peningkatan Infrastruktur dan Tata Kelola Berbasis Keteknikan
Dengan bekal pengalaman tata kelola dan keahlian di bidang keteknikan yang dimiliki oleh Wakil Bupati Ir. Yusuf Nache, S.T., M.M., pembenahan infrastruktur pendukung pariwisata menjadi fokus strategis pemerintah daerah, antara lain:
Aksesibilitas & Infrastruktur Jalan: Mempercepat konektivitas jalan menuju pusat-pusat destinasi wisata unggulan.
Standardisasi Fasilitas Wisata: Peningkatan sarana sanitasi, tempat tinggal wisatawan (homestay berbasis warga), dan pusat informasi pariwisata.
Digitalisasi & Promosi Terpadu: Memanfaatkan media digital dan kemitraan strategis dengan Kementerian Pariwisata untuk memperluas jangkauan pasar global.
4. Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif Lokal
Pariwisata yang maju harus sejalan dengan kebangkitan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di bawah kepemimpinan Sokhiatulö Laia – Yusuf Nache, produk kerajinan tangan khas (ukiran kayu, kain tenun motif Nias, serta kuliner khas) mendapatkan ruang promosi yang lebih luas dalam setiap agenda kebudayaan dan event pariwisata daerah.
Mari Berkunjung ke Nias Selatan!
Nikmati ombak kelas dunia, saksikan kemegahan tradisi lompat batu, dan rasakan ketulusan serta keramahan masyarakat Nias Selatan.

0Komentar
Berikan Komentar yang Sopan dan Santun !